Pages

Sabtu, 15 Maret 2014


Daftar Perlengkapan Standart Mendaki Gunung

Dalam sebuah perjalanan pendakian ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh seorang pendaki gunung. Beberapa diantaranya adalah tentang manajemen perjalanan, persiapan fisik dan mental sebelum pendakian, serta yang tak kalah penting adalah persiapan perlengkapan pendakian gunung. Dengan persiapan yang matang diharapkan perjalanan kita akan berjalan sesuai rencana dan terhindar dari bahaya.
Dalam artikel ini kita akan membahas beberapa peralatan dasar yang sebaiknya dibawa oleh seorang pendaki gunung saat hendak bertualang di alam bebas. Pada dasarnya peralatan mendaki gunung itu sendiri bersifat fleksible, dalam artian bisa saja harus dibawa dan bisa saja tidak harus dibawa tergantung kemana, berapa lama, dan siapa. 
Peralatan Packing 
1. Tas Carrier/Ransel
Carrier sangatlah penting untuk seorang pendaki gunung. Pemilihan carrier yang tepat dapat membuat perjalanan kita semakin nyaman. Usahakan memilih carrier yang udah teruji kualitasnya (bermerk).
2. Tas Punggung (Daypack) (optional)
Boleh bawa boleh juga tidak. Jika masih memungkinkan sebaiknya Anda membawanya. Kegunaanya untuk summit attack. Untuk medan summit attack yang berat seperti di Gunung Semeru atau Gunung Slamet, membawa daypack sangat disarankan.
3. Kantong Plastik
Fungsinya untuk menjaga barang bawaan kita agar tidak basah terkena air. Kan udah ada carrier yang notabene ada lapisan tahan airnya? Pada kenyataannya hal itu tetap saja tidak membantu.
4.  Tas Kamera (optional)
Pakaian
1. Jaket Gunung 
Fungsinya pasti sudah pada tahu, untuk melindungi tubuh kita dari hawa dingin. 
2. Baju Ganti
Bawa saja secukupnya. Hal ini untuk berjaga-jaga jika baju yang kita pakai basah atau kotor. Baju ganti disini sudah termasuk baju(kaos), celana, dan pakaian dalam.
3. Jas Hujan 
Cuaca di gunung sangat tidak menentu kawan, apalagi setelah terjadi global worming seperti saat ini. Hujan bisa turun kapan saja meskipun pada saat musim kemarau. Membawa jas hujan me
nurut saya adalah sebuah keputusan yang tepat.

4. Topi, Sarung Tangan, Bandana
Topi bisa berguna untuk melindungi kepala dari terik matahari, sengatan serangga, dan meminimalisir kepala kita terbentur pohon/ranting.  Sarung tangan berguna untuk menahan dingin dan bandana berguna untuk menyaring udara yang kita hirup. 

Perlengkapan Kaki

1. Sepatu
Fungsinya pasti sudah pada tahu, untuk melindungi kaki dari duri, kerikil tajam, gigitan ular dn mencegah dari hawa dingin. Gunakan sepatu yang dirancang khusus untuk mendaki gunung.
2. Sandal
3. Kaos Kaki (cadangan)

Perlengkapan Camping

1. Tenda
Usahakan membawa tenda yang sanggup menampung seluruh anggota team, jangan sampai lebih apalagi kurang. Jika kapasitas tenda terlalu besar pastinya berat tenda juga akan semakin bertambah.
2. Sleeping Bag 
Selain jaket, sleeping bag akan menjadi peralatan andalan untuk mengusir hawa dingin yang menyerang tubuh kita.
3. Matras
3. Peralatan Masak
Peralatan masak terdiri dari kompor dan bahan bakar, nesting, wadah air, dsb. Harap diperhatikan, jika memungkinkan bawalah alternatif dari alat masak yang Anda bawa. Jika anda memilih kompor gas portable, saya sarankan Anda juga membawa parafin atau bahan bakar lainnya. Jika sewaktu-waktu kompor yang kita bawa rusak kita tidak perlu khawatir karena kita sudah punya penggantinya. 
4. Peralatan Makan 
Piring, sendok, gelas, dan lain sebagainya. 
5. Logistik (PENTING)
Usahakan kita membawa logistik yang cukup dan jika perlu bawa lebih. Kita pasti tidak ingin mendaki gunung dalam keadaan perut keroncongan bukan? Apa aja yang musti dibawa? Sebagai gambaran saya biasa membawa beras, mie instan, tempe yang sudah siap saji, jelly, roti, susu, teh, kopi, dsb. Semua yang  saya sebutkan di atas adalah menu dari seorang pendaki ngirit seperti saya ini, jika Anda punya dana lebih, silakan bawa logistik yang lebih bergizi dari yang saya contohkan di atas.

Perlengkapan Lain

1. Headlamp atau Senter, beserta baterai cadangan

2. Survival Kit
3. Obat-obatan
3. Tissu Toilet
4. Lilin
5. Korek Api
6. Pisau Lipat Serbaguna 
Semoga membantu bagi Anda yang masih bingung dan bertanya-tanya kalau ke gunung bawa apa
aja.

Ditulis Oleh camie ayapoe

Daftar yg Perlu Di siapkan sebelum Mendaki


Daftar Perlengkapan Mendaki Gunung yang Perlu Disiapkan

Mendaki gunung adalah hobi yang bagi sebagian orang adalah suatu tantangan tersendiri dalam hidupnya. Naik gunung bukan perkara mudah. Tanpa persiapan khusus, nyawa taruhannya, apalagi untuk pendaki pemula. Seperti yang kita tahu, Indonesia adalah kawasan ring of fire. Hampir sepanjang pulau Sumatra, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara tersusun oleh gunung api. Mendaki gunung yang masih aktif tidak boleh sembarangan. Selain potensinya untuk meletus, gunung yang masih aktif seringkali mengeluarkan gas vulkanik yang sangat berbahaya seperti H2S, dan CO2. Oleh karena itu perlu persiapan matang saat hendak mendaki gunung.
Membuat daftar rencana perlengkapan naik gunung yang baik akan sangat membantu dalam pendakian nantinya.
Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk mendaki gunung. Mulai dari menata perjalanan, survei lokasi, persiapan fisik, persiapan mental yang mumpuni, peralatan yang harus dibawa dan tak lupa logistik atau persediaan makanan. Daftar perlengkapan naik gunung harus diperhatikan secara seksama dan bawalah sesuai kebutuhan. Jangan sampai membawa peralatan yang ternyata sia-sia tidak digunakan tetapi lupa membawa peralatan yang vital. Keselamatan adalah hal utama, jangan sampai keteledoran dalam mempersiapkan peralatan justru membawa bencana. Perlengkapan untuk naik gunung memang fleksible dan disesuaikan kebutuhan sang pendaki.
Berikut ini adalah perlengkapan-perlengkapan standar yang harus dimiliki oleh seorang pendaki gunung.

1. Peralatan Packing

Untuk packing bawalah tas yang mempunyai volume yang besar seperti tas carrier. Carilah carrier yang nyaman dan serta sudah teruji kualitasnya. Sediakan pula tas punggung biasa misalkan untuk naik ke puncak sementara carrier ditinggalkan di camp terakhir. Selalu sediakan raincover khusus untuk tas, sehingga peralatan dalam tas tidak basah dan rusak. Bagi penggemar fotografi, sediakanlah tas khusus kamera untuk menjaga kamera dari kerusakan.

2. Perlengkapan Camping

Tak jarang pendaki gunung harus bermalam di gunung bila jarak tempuh cukup jauh dan medan sulit untuk mencapai puncaknya. Untuk mensiasatinya biasanya dibuat tenda/shelter untuk bermalam. Untuk tenda, carilah tenda yang disesuaikan dengan jumlah anggota tim. Selalu bawa kantong tidur untuk menjaga suhu tubuh dan menghindari hipotermia. Untuk alas tidur gunakanlah matras. Jangan lupa untuk membawa peralatan masak semisal kompor kecil atau paraffin serta peralatan makan praktis seperti sendok dan garpu plastik. Dan yang paling penting adalah bahan makanan dan sumber air. Jangan lupa membawa logistik sesuai kebutuhan pendakian atau selama tenggat waktu tertentu. Usahakan mencari lokasi camp yang dekat dengan sumber air. Bawalah tempat air khusus untuk menyimpan bekal air minum selama perjalanan.

3. Pakaian

Bawalah pakaian hangat untuk melindungi tubuh dari hawa dingin. Jaket tebal dengan penutup bisa menjadi pilihan. Bawa baju ganti sesuai kebutuhan, bila perlu pakai baju berlapis untuk lebih menghangatkan tubuh. Jangan lupa membawa jas hujan untuk mengantisipasi cuaca buruk. Topi, penutup kepala, bandana, dan sarung tangan dapat dijadikan aksesoris tambahan untuk menghadapi suhu dingin pegunungan.

4. Alas Kaki

Alas kaki jelas sebagai penutup kaki untuk melindungi kaki dari kerikil, bebatuan, dan juga suhu dingin. Gunakanlah sepatu gunung untuk pendakian. Untuk medan bersalju gunakan sepatu es. Sepatu yang tepat akan membuat nyaman dalam pendakian dan tidak membuat kaki terluka. Selain sepatu siapkan pula sandal gunung bila perlu dan cadangan kaos kaki.

5. Perlengkapan Tambahan

Sediakanlah peralatan tambahan yang dirasa berguna dalam proses pendakian. Diantaranya adalah sebagai berikut :
Senter untuk penerangan di malam hari.
  • Peralatan P3K dan obat-obatan untuk keselamatan.
  • Korek api
  • Pisau serbaguna
  • Trashbag untuk mengumpulkan sampah yang dihasilkan selama pendakian.
  • Peta, Kompas, dan GPS untuk navigasi.
  • Tracking pole untuk membantu berjalan di medan yang sulit
  • Baterai cadangan untuk kamera, gps, dan senter.
  • Peralatan climbing seperti carabiner dan tali untuk pendakian mencari rute baru atau medan berlereng terjal.
  • Kacamata pelindung
  • Buku catatan
Cukup banyak bukan perlengkapan yang harus disiapkan untuk mendaki gunung. Keselamatan adalah prinsip utama. Persiapkanlah dengan baik perlengkapan yang ada untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebelum mendaki gunung, pahamilah karakter gunung yang akan didaki. Jalur mana yang mudah didaki, bagaimana medannya, hingga aktivitas vulkaniknya bila gunung yang didaki merupakan gunung api aktif. Untuk pendaki pemula usahakanlah untuk didampingi pendaki senior dan jangan mendaki gunung sendirian bila tidak berpengalaman. jangan melakukan hal-hal yang tidak perlu selama pendakian. Jangan mengambil apapun kecuali gambar, jangan meninggalkan apapun kecuali jejak, jangan membunuh apapun kecuali waktu adalah prinsip dan pedoman seorang pecinta alam sejati. Semoga daftar perlengkapan naik gunung yang sudah diulas di sini membantu untuk mempersiapkan diri bagi mereka yang ingin mendaki gunung.



Cara Booking Pendakian Gunung Semeru Secara Online

Berikut ini ada informasi menarik bagi Anda yang ingin melakukan booking pendakian Gunung Semeru. Saya akan memberikan step by step bagaimana cara membooking pendakian Gunung Semeru secara online melalui situs resmi TNBTS. Sebelumnya saya ingin informasikan bahwa jalur pendakian Gunung Semeru saat ini masih ditutup untuk umum. Jalur pendakian Gunung Semeru baru akan dibuka pada tanggal 25 April 2013 mendatang, ya sekitar sepuluh harian lagi lah (baca beritanya disini). Ok langsung saja berikut ini prosedur booking pendakian Gunung semeru secara online melalui wesite TNBTS.
Website TNBTS yang beralamatkan di www.bromotenggersemeru.com baru akan aktif & bisa digunakan untuk booking pendakian Gunung Semeru secara online pada tanggal 1 Mei 2013 nanti. Kegiatan pendakian ke Gunung Semeru dibatasi hanya untuk 3 hari 3 malam saja, kecuali untuk kegiatan penelitian (dengan SIMAKSI peneltian) bisa lebih dari 3 hari 3 malam. Bagi mereka yang sudah tidak sabar dan sudah merasa booking secara online sebelum tgl 1 Mei 2013, tidak akan disetujui dan belum bisa berlaku bookingannya (dikarenakan website TNBTS masih dalam percobaan).

Pada tanggal 1 Mei 2013 nanti, booking online dibatasi hingga sampai dengan 31 Agustus 2013. Sebulan kemudian (misalnya tgl 1 Juni 2013), booking online akan selalu terus ditambah untuk satu bulan ke depan setelah bulan Agustus (misalnya hingga tgl 30 September 2013) dan seterusnya.

Oleh karena itu, segala informasi yang bertentangan (berbeda) dengan informasi yang dari FB & GRUP FB misalnya :
1.  Pembukaan jalur pendakian ke Gunung Semeru, 
2.  Acara pendakian massal ke Gunung Semeru, 
3.  Acara lomba lintas alam di jalur pendakian Gunung Semeru, 
4.  Acara outbond tour di jalur pendakian Gunung Semeru, 
5. Acara berkemah massal di Ranu Kumbolo, 
6. Acara silaturahmi/reuni massal di Ranu Kumbolo/Kalimati/Puncak Mahameru, 
,7. dsb.
 adalah diluar tanggung jawab TNBTS.

 Cara Booking Online Pendakian Gunung Semeru :
 
1. Untuk pendakian dari tanggal 26 April – 1 Mei 2013, para calon pendaki tidak perlu booking dahulu, tapi langsung ke Ranupani, beli & bayar tiket di sana, kemudian sudah bisa langsung mendaki. Sedangkan untuk pendakian tanggal 2 Mei dan seterusnya, harus booking online dulu di www.bromotengger.semeru.com.

2. Setelah tanggal 1 Mei 2013, semua calon pendaki Gunung Semeru tidak perlu repot-repot menelepon kesana-kemari, tidak perlu booking-bookingan atau titip salam tempel dengan mendatangi kantor BBTN BTS di Malang maupun kantor Resort Ranupani, tapi cukup mendaftar di www.bromotenggersemeru.com.

3. Para calon pendaki tidak perlu pusing-pusing dan tidak perlu repot-repot memikirkan kuota, karena tidak lama setelah Anda mendaftar di website TNBTS, Anda (penanggung jawab/ketua kelompok yang mendaftar di website tersebut) secara otomatis akan menerima e-mail, apakah Anda boleh atau tidak boleh mendaki pada tanggal T1 rencana pendakian & tanggal T2 kepulangannya.

4. Ketika Anda booking online & mengisi rencana tanggal T1 pendakian (Berangkat) & tanggal T2 kepulangnya (Pulang), kemudian berlanjut (untuk proses selanjutnya) dengan pengisian jumlah anggota (sekali booking online minimal untuk 3 orang & maximal utk 10 orang, jika lebih dari 10 orang maka harus booking lagi untuk grup berikutnya dengan nama ketua/penanggung jawab yg berbeda), nama-nama yang akan mendaki, nomor HP/telepon, alamat masing-masing pendaki, berarti Anda boleh/bisa mendapat jatah pendakian pada tanggal T1 & T2 tersebut. 

5. Jika Anda booking online & mengisi rencana tanggal T1 pendakian & tanggal T2 kepulangnya, namun tidak bisa berlanjut pada proses selanjutnya, itu berarti Anda harus segera mengganti rencana tanggal T1 pendakian & taggal T2 kepulangan Anda, sampai ke proses selanjutnya muncul & bisa berlanjut ke pengisian jumlah anggota, nama-nama yang akan mendaki, nomor HP/telepon, alamat masing-masing pendaki.

6. Bagi yang sudah berhasil mengisi jumlah anggota, nama2 yg akan mendaki, nmr HP/tlp, alamat
masing2 pendaki, ketua/penanggung jawab kelompok tinggal menunggu balasan e-mail dari TN BTS & kode booking izin pendakian yg menyatakan anda sdh bisa mendaki dgn seluruh anggota
kelompok anda pada tgl & hari H yg anda rencanakan tsb.



7. Jika Anda (ketua/penanggung jawab kelompok yang booking online) menerima e-mail yang menyatakan Anda/rombongan Anda boleh mendaki pada hari H yang Anda tentukan tersebut, jangan lupa memprint out e-mail tersebut (karena ada kode bookingnya) untuk dibawa & diperlihatkan kepada petugas Ranupani TN BTS di loket pembelian tiket.

8. Bagi yang sudah dibolehkan mendaki, maka pada tanggal T1, Anda langsung datang ke Loket Tiket Ranupani (jangan & tidak boleh ke kantor BBTN BTS di Malang atau kantor SPTN II Tumpang), untuk membayar tiket mendaki dan menyerahkan :

• Print out e-mail yg menyatakan Anda dibolehkan untuk mendaki Gunung Semeru.
• Surat Keterangan Dokter (dibuat di tempat asal masing-masing) untuk masing-masing pendaki (bukan untuk kelompok).
• Foto copy KTP/Kartu Mahasiswa/Kartu Pelajar untuk masing-masing pendaki (bukan untuk kelompok).
• Satu helai meterai Rp. 6.000,-

9. Setelah point 1 – 8 terpenuhi, Anda dipersilakan menyewa PORTER jika Anda memang memerlukannya (kalau tidak perlu ya tadak usah karena hal ini bukan paksaan). Porter Anda selain bisa Anda tugaskan untuk membawa barang2 bawaan Anda, juga bisa digunakan sebagai guide Anda. Upah seorang porter adalah Rp. 150.000,- per hari, tapi jika akan digunakan untuk kegiatan pendakian & bermalam (berkemah), biasanya minimal untuk 2 hari. 

Tambahan. Jika Anda menyewa porter, berarti Anda sudah membantu meningkatkan kesejahteraan penduduk sekitar TNBTS, khususnya masyarakat Desa Ranupani (karena mereka umumnya dari Desa Ranupani).


sumber : Akun Facebook Resmi TNBTS


ini bermanfaat bagi teman-teman yang ingin mendaki Gunung Semeru. Ingat, taati peraturan yang ada agar pendakian Anda berjalan dengan aman dan lancar. Jangan lupa bawa turun lagi sampahnya, karena gunung memang bukan tempat sampah. Salam sukses dan hijau alamku.
Ditulis Oleh camie ayapoe


Membuat Kompor Trangia



Membuat kompor methanol dari kaleng soft drink.
Para backpaker membutuhkan sesuatu yang praktis dalam perjalananya, tak terkecuali bekal pakaian maupun makanan. Terlebih lagi jika kita travelling ke tempat yang jauh dari peradaban. Seperti gunung ataupun tempat lain yang jauh dari warteg, hehehe.

ter antara bagian atas dan bawah sama maka secara otomatis bagian atas dari kompor perlu sedikit
Maka diperlukan sebuah perlengkapan memasak yang praktis agar perjalanan kita tidak direpotkan dengan alat masak. Apabila punya uang lebih, kita  bisa membeli trangia 1 set untuk keperluan memasak di saat ngecamp atau naik gunung. Tetapi timbul masalah jika trangia yang sudah kita beli lagi dipinjem sama temen dan belum dibalikin.


Kalau yang belum pernah lihat kompor trangia, nie loh yang namanya kompor trangia
 
Untuk membuat kompor methanol ada beberapa alat yang musti disiapkan:
  • Dua buah kaleng bekas, bisa pepsi, fanta, sprite ataupun yang mirip kaleng. Semakin kuat dan tipis kaleng semakin bagus.
  • Selanjutnya alat pemotong kaleng, bisa gunting, silet, ataupun alat lainnya.
  • Untuk menandai digunakan spidol ataupun pensil.
  • Kalau ada bor bisa dipakai untuk melobangi, kalau tidak ada ya pake paku atau pun jarum.
  • Yang terakhir alat ukur ataupun penggaris


Langkah langkah: 

1. Melubangi bagian bawah kaleng menggunakan cutter yang lancip ujungnya

2. Melubangi bagian pinggir kaleng pertama menggunakan bor, jarum ataupun paku dengan jarak 15 mm disesuaikan diameter dari kaleng. Lubang ini nantinya sebagai jalan keluar dari api.



3. Memotong kaleng kedua setinggi 30 mm disesuaikan kebutuhan, apabila ingin menggunakan kompor yang muat bahan bakar lebih banyak bisa ditambah tingginya. Untuk  tinggi 30mm sudah cukup keperluan memasak mie, air ataupun nasi. Perlu dipertimbangkan masalah praktisnya kompor. Semakin tinggi maka memerlukan ruang lebih dalam penyimpananya diransel.









Untuk mempermudah pengukuran dan kelurusan dari pemotongan, gunakanlah sebuah buku ataupun papan. Selanjutnya putarlah kaleng secara rata dan berulang ulang hingga terpisah antara bagian bawah dan atas kaleng.



4. Memotong kaleng pertama (yang berlubang lubang) setinggi 40mm (disesuaikan kaleng kedua)


5. Membuat bagian tengah dari kompor menggunakan sisa potongan kaleng.


Pada lembaran kaleng tersebut diberi 3 lubang yang berjarak 50 mm, fungsi dari lubang ini sebagai tempat masuknya bahan bakar. Dan pada kedua sisi diberi sobekan yang berjarak 150 mm. Lebar dari lembaran kaleng ini disesuaikan tinggi kaleng pertama dan kedua (40mm).

6. Merangkai potongan potongan kaleng menjadi satu


menyatukan kedua sobekan tadi yang berjarak 150 mm menjadi satu, lubang yang berjumlah tiga tadi kita posisikan dibawah.
menyusun kaleng kedua (kaleng bawah) dengan bagian tengah kompor.


7. Merangkai kaleng pertama (yang berlubang lubang) dengan cara menekannya. Karena diame dipenyok agar bisa masuk bagian bawahnya. Buatlah serapat dan serapi mungkin agar tidak terjadi kebocoran.




Perlu diperhatikan bahwa lubang lubang api tadi jangan sampai tertutup, diperlukan penyetingan antara kaleng pertama, kedua dan lebar lembaran kaleng yang kita buat tadi agar dihasilkan kompor methanol dari kaleng bekas yang sempurna.





Untuk menigkatkan efisiensi dari kompor methanol ini bisa dengan cara meninggikan tekanan didalam kompor, sehingga bisa memperbesar nyala api. Maka muncullah model lain yang bagian atasnya tertutup, serta dilengkapi sebuah baut penutup.
Baut ini dilengkapi sebuah per (pegas) sehingga saat kita akan mengisi bahan bakar tinggal ditarik dan saat dilepas akan kembali rapat karena dorongan dari pegas.

Selain penggunaan per, salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi yaitu dengan merubah letak lubang api.


Untuk penampakan saat digunakan berbeda beda antara 1 kompor dengan kompor yang lain.
Dengan dana minim, bahkan bisa dikatakan nol rupiah kita bisa membuat kompor trangia yang tidak kalah kualitasnya dengan produk dipasaran. Kreatifitas memang di perlukan untuk memodifikasi kompor ini sesuai kebutuhan, sehingga efisiensi dari bahan bakar bisa di tingkatkan.

 

cerita dari teman

Jalur Pendakian Gunung Lawu Gunung Lawu (3.265 m) berdiri kokoh diperbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, banyak menyimpan sejuta misteri dan legenda. Dalam legenda Gunung Lawu dipercayai sebagai tempat bertapanya Raden Brawijaya atau dikenal dengan Sunan Lawu setelah mengundurkan diri dari kerajaan Majapahit, dan beliau dipercaya sebagai penguasa seluruh makhluk yang ada di Gunung Lawu. Gunung Lawu juga mempunyai kawah yang namanya sangat terkenal yakni Kawah Condrodimuko, yang dipercaya masyarakat sekitar sebagai tempat menggodok tokoh pewayangan yaitu Raden Gatutkaca, salah satu dari Pandawa Lima. Di gunung ini juga banyak tempat-tempat keramat antara lain Sendang Drajat, Argo Dalem, Argo Dumilah, Pasar Dieng, Batu Tugu "Punden Berundak", Lumbung Selayur, Telaga Kuning dan masih banyak lagi. Gunung ini juga ditumbuhi bunga Edelweis berwarna merah muda, kuning dan putih. Gunung Lawu menyimpan misteri pada masing-masing dari tiga puncak utamanya dan menjadi tempat yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa. Harga Dalem diyakini sebagai tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas, Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi. Setiap orang yang hendak pergi ke puncaknya harus memahami berbagai larangan tidak tertulis untuk tidak melakukan sesuatu, baik bersifat perbuatan maupun perkataan. Bila pantangan itu dilanggar di pelaku diyakini bakal bernasib naas. Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan/Cakrasurya, dan Pringgodani. Desa Cemoro Sewu maupun dukuh Cemoro kandang yang hanya berjarak sekitar 1 kilometer merupakan gerbang pendakian ke puncak Lawu atau lebih dikenal dengan nama Argo Dumilah, letaknya berada tidak jauh dari kota dan dilintasi oleh jalan raya tertinggi di pulau Jawa yaitu sekitar 1.878 meter dari permukaan air laut. Karena letaknya yang mudah dijangkau, Gunung Lawu ini banyak dikunjungi pendaki pada Minggu dan hari-hari libur. Bahkan pada bulan Suro (Tahun Baru menurut penanggalan Jawa), kita akan menemui bahwa mereka yang mendaki bukan saja untuk ke puncak gunung Lawu, tetapi juga banyak diantaranya adalah peziarah, pertapa dan berbagai tujuan lainnya. Kedua daerah gerbang pendakian tersebut merupakan daerah berbentuk saddle antara daerah tujuan wisata Sarangan yang terkenal dengan danaunya dan Tawangmangu dengan air terjunnya. Kedua jalur Selatan ini adalah yang paling banyak dilalui karena jalurnya mudah dan pemandangannya sangat indah. Untuk mencapai daerah ini. Dari arah Surabaya menuju Madiun diteruskan ke Magetan dengan bus, kemudian naik colt menuju Sarangan (1.286 m.dpl), dari sini kita naik colt jurusan Tawangmangu turun di Cemoro Sewu atau Cemoro Kandang. Kalau dari arah Solo, kita naik bus menuju Tawangmangu (1.000 m.dpl), lalu naik colt jurusan Sarangan berhenti di Cemoro Kandang atau Cemoro Sewu. Angkutan umum/colt dari Tawangmangu ke Sarangan atau arah sebaliknya agak sulit ditemui mulai pukul 16.00 wib. Segala fasilitas umum antara lain hotel, wartel yang paling dekat adalah di daerah wisata Sarangan terletak 5 kilometer dari Cemoro Sewu atau di Tawangmangu yang juga merupakan tempat wisata. Walau demikian, kita dapat menginap dirumah-rumah penduduk. Kita juga bisa memenuhi kebutuhan logistik tambahan untuk pendakian di warung-warung yang ada di desa gerbang pendakian ini. Gerbang Jawa Timur ,lewat Desa Cemoro Sewu Desa Cemoro Sewu (1.800 m dpl) kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan merupakan gerbang pendakian dari jalur Jawa Timur adalah daerah yang sangat subur. Daerah yang dihuni 20 keluarga dengan mata pencaharian utama adalah bertani ini tampak hijau, bersih sehingga menyejukkan mata yang melihatnya. Penduduknya sangat rukun, suka gotong-royong, ramah terhadap para pendatang dan sangat peduli terhadap kebersihan lingkunganya, ini terbukti dengan didapatnya tropi Jawa Timur tahun 1991 dan Kalpataru untuk katagori Pengabdi Lingkungan tahun 1992 oleh Bapak Sardi Kamituwo desa Cemoro Sewu. Jalur yang dimulai dari Cemoro Sewu (1.800 m.dpl) ini adalah yang paling sering digunakan untuk pendakian, panjangnya 6.5 km, berupa jalan makadam mulai desa sampai mendekati puncak. Di desa Cemoro Sewu ini kita mempersiapkan air untuk perjalanan naik dan turun. Kita akan melewati hutan pinus dan akasia di sisi kiri dan kanan sampai pada ketinggian lk 3.000 m dpl. Dalam pendakian ini kita akan melewati 4 buah pos pada ketinggian 2.100 m, 2.300 m, 2.500 m dan sampai di pos IV dengan ketinggian 2.800 m dpl dengan waktu 4 - 5 jam. Setelah pos IV ini pepohonan mulai rendah sampai kita harus menyusur punggungan, jalannya berupa tanah mendatar dan di sisi kanan terdapat jurang. Kurang lebih 10 menit kita akan sampai di Sendang Drajat, sebuah sumber air yang dianggap keramat oleh para peziarah. Di daerah sini biasanya juga digunakan untuk bertapa oleh orang-orang yang percaya bahwa akan mendapat "ilmu". Disini terdapat gua selebar 2 meter yang dapat kita pakai untuk bermalam. Didepan gua terdapat lubang sekitar satu meter yang kadangkala dapat ditemukan air. Jika tidak mau menginap di Sendang Drajat, kita dapat berjalan terus ke Argo Dalem, dengan melewati punggungan bukit sekitar 30 menit, kita akan menemukan pertigaan yang kekiri langsung menuju puncak Argo Dumilah ( 3.265 m dpl) sedang ke kanan menuju ke Argo Dalem (3.148m dpl). Dari pertigaan ini, untuk menuju puncak Argo Dumilah hanya membutuhkan waktu 10 menit. Alun-alun Argo Dalem merupakan hamparan padang terbuka bervegetasi perdu, memungkinkan kita untuk melihat kearah puncak maupun kelembah di bawahnya. Ada pondok utama yang biasanya menjadi tujuan peziarah yang datang, lengkap dengan barang-barang persembahannya Puncak Gunung Lawu berupa dataran yang berbukit-bukit dan terdapat titik trianggulasi. Dari arah puncak kita dapat menikmati pemandangan yang sangat menawan. Selain Matahari terbit, bila kita memandang ke arah barat, akan tampak puncak Gunung Merapi dan Merbabu, dan arah timur akan terlihat puncak Gunung Kelud, Butak dan Wilis. Gerbang Jawa Tengah: Desa Cemoro Kandang Jalur yang dimulai dari Desa Cemoro Kandang ini, panjangnya sekitar 12 km, juga paling sering digunakan untuk pendakian, karena tidak terlalu menanjak dan pemandangannya sangat indah. Diseberang gerbang pendakian terdapat warung-warung, juga bisa untuk menambah logistik, air juga harus dipersiapkan disini untuk perjalanan naik sampai turun lagi. Kita mulai perjalanan melalui hutan akasia dan pinus dengan kondisi jalan berbatu kurang lebih 1,5 jam, kita sampai pada PosI Taman Sari bawah. Kemudian kita melewati jalan tanah dari hutan cemara dan pinus selama sekitar 30 menit akan menemui Pos II Taman Sari Atas. Dari sini kita masih melewati hutan dan menyisir bukit, setelah perjalanan selama 2,5 jam kemudian kita sampai di pos III Penggik (2.760 m dpl). Dari pos penggik ini kita menuju ke Pos IV Cokrosuryo dengan melewati hutan, kemudian menyisir bukit, disebelah kiri kita adalah jurang, waktu yang dibutuhkan sekitar 1,5 jam. Jika tidak ingin menginap di Cokrosuryo kita bisa berjalan terus ke Argo Dalem dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Dalam perjalanan ke Argo Dalem kita akan menemui sebuah pos yang rusak di pertigaan yang kekanan ke Argo Dumilah dan yang lurus menuju Argo Dalem. Perlengkapan dan Tips Perjalanan Pendakian ke Gunung Lawu jika melalui Cemoro Kandang membutuhkan waktu 8-9 jam dan 5-6 untuk turun, sedang dari Cemoro Sewu dibutuhkan waktu 6-7 jam untuk pendakian dan 4-5 jam untuk turun. Pakaian yang tahan angin dan tahan air serta peralatan untuk tidur sebaiknya dibawa untuk kenyamanan perjalanan pendakian. Kalau ingin pendakian anda tidak terlalu ramai maka sebaiknya melakukan pendakian pada hari-hari biasa (senin-Jumat) Perijinan dan Pemanduan Untuk perijinan pendakian ke Gunung Lawu sampai saat ini masih belum ada keharusan ijin yang resmi dari instansi-instansi yang memangku daerah pendakian ini, dan anda cukup mendaftarkan diri ke petugas yang ada di pos pendakian Cemoro Kandang atau ke Bapak Sardi Kamituwo di desa Cemoro Sewu serta meninggalkan kartu pengenal diri. Bila anda ingin mengetahui tempat-tempat yang keramat di gunung ini, sebaiknya anda menggunakan pemandu untuk mengantar anda. Anda bisa menghubungi bapak Sardi untuk membantu kita untuk mencarikan pemandu yang mengetahui tempat-tempat keramat. Bila mengalami keadaan darurat di Gunung Lawu, kecelakaan atau rekan yang hilang, kita bisa menghubungi SAR SATKORLAK UNS Solo Jl. Urip Sumoharjo 110 Mesen Surakarta Telp. (0271) 41799, 47199. Pendakian Gunung Jawa Tengah |

Blogger templates

Blogroll

About